LIVE NEWSROOM 03 Nov 2026 Berita • Perspektif • Data
TERKINI
Reza Fahlepi, Agus Gunawan dan Hermanto Tempati Jabatan Baru: Tiga Pejabat Eselon II Pemko Dumai BergeserBahaya Konsumsi Alkohol Terus-Menerus, Bisa Merusak Organ Tubuh hingga Memicu Penyakit MematikanMenjaga Kesehatan Dimulai dari Kebiasaan Sederhana, Ini 7 Langkah yang Perlu DiterapkanGema Pemuda Fest 2026 Meriah, KNPI Dumai Anugerahkan Award kepada Tujuh Pemuda InspiratifAntisipasi Begal dan Balap Liar, Polres Dumai Turunkan 75 Personel, 25 Motor Tak Standar DitilangLaporan Warga Lewat 110 Bongkar Dugaan Penyalahgunaan Sabu di Indo Kost Lois DumaiPolres Dumai dan Satpol PP Gelar Razia OSN, 30 Pengunjung Jalani Tes UrineEGM Pelindo Regional 1 Dumai Apresiasi Konsolidasi dan Raker Awak Media RGB Semester II 2026Pelindo Regional 1 Dumai Ucapkan Selamat, Bambang Prayetno Kembali Pimpin PWI DumaiPelindo FC Raih Gelar Juara World Corporate Cup 2026, Harumkan Nama Indonesia di Panggung InternasionalTerpilih Aklamasi, Bambang Prayetno Kembali Pimpin PWI Dumai Periode 2026-2029Jumat Keliling, Polsek Dumai Barat Pererat Silaturahmi dan Sampaikan Pesan Kamtibmas

Dilaporkan ke Polisi,

Sekwan Pekanbaru Diduga Palsukan Buku Nikah dan Gelapkan Harta Istri

Sekwan Pekanbaru Diduga Palsukan Buku Nikah dan Gelapkan Harta Istri
Mapolresta Barelang, Batam (f: net)

RIAUATENSI.COM - Sekretaris DPRD (Sekwan) Kota Pekanbaru, Hambali Nanda Manurung (41), dilaporkan ke Polresta Barelang oleh istri keduanya, Richa. Laporan tersebut terkait dugaan tindak pidana menempatkan keterangan palsu pada akta autentik (buku nikah) serta dugaan penggelapan harta benda.

Kepada media pada Senin (10/8/2026), Richa yang merupakan warga Batam menunjukkan dua bukti Laporan Pengaduan Masyarakat (LPM). Laporan pertama bernomor LPM/312/VI/2026/Reskrim tertanggal 8 Juni 2026 terkait dugaan keterangan palsu. Laporan kedua bernomor LPM/405/VII/2026/Satreskrim tertanggal 9 Juli 2026 terkait dugaan penggelapan.

“Terkait laporan dugaan menempatkan keterangan palsu, saya sudah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) tertanggal 11 Juni 2026. Namun, untuk laporan dugaan penggelapan, sudah dua bulan ini saya belum dimintai keterangan,” ujar Richa.

Dugaan Penggelapan Harta dan Pengusiran

Richa mengaku nekat menempuh jalur hukum karena sudah tidak tahan atas tekanan batin akibat kehadiran wanita idaman lain (WIL) serta perlakuan kasar dari suaminya.

Menurut Richa, konflik memuncak pada Mei 2026. Hambali diduga menjual satu unit mobil Honda HRV Rs warna merah tua metalik tahun 2024 yang STNK-nya atas nama Richa Sriyunita Tambusai tanpa izin. Tak hanya itu, perhiasan emas dan emas batangan milik Richa senilai total Rp1,5 miliar juga diduga digelapkan oleh sang suami.

“Seluruh perabotan rumah yang kami tempati di Monde Residence Batam Center, bahkan sampai wastafel pun diangkut menggunakan truk dan dibawa ke Pekanbaru,” keluh Richa.

Anak Dibawa Tanpa Izin

Richa menjelaskan bahwa ia dan Hambali awalnya menikah secara siri di Serpong, Kabupaten Tangerang pada 11 November 2017. Buku nikah mereka kemudian diurus di Medan pada 23 Agustus 2020. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua putra dan satu putri.

Nasib malang Richa bertambah ketika ia diusir dari rumahnya pada momentum Ramadhan 2026 lalu. Situasi tersebut membuatnya tidak berdaya saat anak bungsunya yang berusia 5 tahun dibawa oleh ibu Hambali dari sekolah menuju Pekanbaru tanpa izinnya pada 14 Mei 2026.

Hingga saat ini, Richa menyatakan masih terus menunggu perkembangan dan kepastian hukum dari pihak Satreskrim Polresta Barelang atas kasus-kasus yang didelegasikannya. (*)

Sumber: Liranews.com