LIVE NEWSROOM 17 Sep 2026 Berita • Perspektif • Data
TERKINI
AKP Hardiyanto Jabat Kasat Intelkam Polres Dumai, Tiga Pejabat Resmi BergantiDumai Semarak Merdeka 2026 Ditutup, Seni, Budaya dan UMKM Jadi SorotanIzin Super 21 Club Dumai Dipertanyakan, DPMPTSP dan Diskopar Beda Tafsir Soal Live DJPedestrian Janur Kuning Rusak, Praktisi Hukum Desak Kejari Dumai Telusuri ProyekTim Penyuluh Karhutla Mabes TNI Edukasi Warga Rokan Hilir Cegah KebakaranSiswa TK Barunawati II Dumai Antusias Belajar Langsung di Pelabuhan DumaiTAPAK Riau Desak Polresta Pekanbaru Segera Naikkan Kasus Dugaan Mafia Solar ke PenyidikanSatresnarkoba Polres Dumai Amankan Dua Pria, 10 Paket Diduga Sabu DisitaKejari Bengkalis Banding Vonis Pasutri Terdakwa TPPO, Nilai Hukuman Terlalu RinganPT VIN Disorot, Aktivitas MinyaKita di Dumai Tuai Pertanyaan: Pengepakan atau Distribusi?MS Law Firm Pertanyakan Belum Direalisasikannya Restorative Justice di Polresta PekanbaruPGRI Kota Dumai Klarifikasi Mekanisme Iuran Anggota, Tegaskan Berlandaskan AD/ART

Belum Ditemukan,

Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Kampar Diperluas Hingga 13 Km

Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Kampar Diperluas Hingga 13 Km
Foto: MC Riau

RIAUATENSI.COM - Tim SAR Gabungan terus memaksimalkan upaya pencarian terhadap korban tenggelam di aliran Sungai Kampar, Desa Merangin, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar. Hingga hari keenam pencarian, atau pada Minggu (9/8/2026), korban bernama Boiko Gulo (25) belum berhasil ditemukan. 

?Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Adi Candra Lukita menyampaikan bahwa tim satgas gabungan terus melakukan penyisiran intensif di sepanjang aliran sungai.  

?"Upaya pencarian korban di hari keenam ini kami optimalkan dengan melakukan penyisiran menggunakan perahu karet dari titik awal kejadian hingga radius 13 kilometer ke arah hilir sungai. Namun, hingga laporan sore ini disampaikan pukul 16.00 WIB, keberadaan korban masih belum ditemukan," ungkap Adi Candra.  

?Peristiwa tersebut bermula pada Selasa (4/8/2026) sekira pukul 07.30 WIB. Korban yang berasal dari Desa Maredan, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, mengendarai sepeda motor dan berhenti di atas Jembatan Rantau Berangin. Korban kemudian melompat dari jembatan dan seketika hanyut terbawa arus deras Sungai Kampar.  

?Pencarian melibatkan puluhan personel gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Kampar, Basarnas Pekanbaru, TNI, Polri, Damkar, perangkat desa, serta masyarakat setempat. Tim dilengkapi dengan perahu karet, peralatan selam, armada angkut, hingga peralatan keselamatan pendukung lainnya.  

?Selain fokus pada operasi SAR, BPBD Kampar juga mengimbau masyarakat di sekitar bantaran sungai dan tim yang bertugas untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca.

Berdasarkan data BMKG, wilayah Kabupaten Kampar berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang. Sementara itu, pemantauan pada elevasi waduk PLTA Koto Panjang tercatat berada pada posisi 79,74 mdpl. (*)