LIVE NEWSROOM 02 Nov 2026 Berita • Perspektif • Data
TERKINI
Bahaya Konsumsi Alkohol Terus-Menerus, Bisa Merusak Organ Tubuh hingga Memicu Penyakit MematikanMenjaga Kesehatan Dimulai dari Kebiasaan Sederhana, Ini 7 Langkah yang Perlu DiterapkanGema Pemuda Fest 2026 Meriah, KNPI Dumai Anugerahkan Award kepada Tujuh Pemuda InspiratifAntisipasi Begal dan Balap Liar, Polres Dumai Turunkan 75 Personel, 25 Motor Tak Standar DitilangLaporan Warga Lewat 110 Bongkar Dugaan Penyalahgunaan Sabu di Indo Kost Lois DumaiPolres Dumai dan Satpol PP Gelar Razia OSN, 30 Pengunjung Jalani Tes UrineEGM Pelindo Regional 1 Dumai Apresiasi Konsolidasi dan Raker Awak Media RGB Semester II 2026Pelindo Regional 1 Dumai Ucapkan Selamat, Bambang Prayetno Kembali Pimpin PWI DumaiPelindo FC Raih Gelar Juara World Corporate Cup 2026, Harumkan Nama Indonesia di Panggung InternasionalTerpilih Aklamasi, Bambang Prayetno Kembali Pimpin PWI Dumai Periode 2026-2029Jumat Keliling, Polsek Dumai Barat Pererat Silaturahmi dan Sampaikan Pesan KamtibmasPerkuat Integrasi Bisnis, Pelindo Alihkan Penerbitan Nota Layanan di 20 Cabang

Tolak Pilot WNI Mendarat, Kemlu RI Kritik Langkah Israel

Tolak Pilot WNI Mendarat, Kemlu RI Kritik Langkah Israel
Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri RI (f: net)

RIAUATENSI.COM - Kementerian Luar Negeri Indonesia mengkritik Israel karena menolak pilot berkewarganegaraan Indonesia mendaratkan pesawat kargo Ethiopian Airlines. Kemlu RI menyebut langkah Israel bertentangan dengan prinsip nondiskriminasi.

"Kementerian Luar Negeri RI melalui koordinasi dengan Perwakilan RI terkait termasuk KBRI Addis Ababa di Ethiopia terus memantau perkembangan informasi tentang pesawat Ethiopian Airlines yang ditolak mendarat di Israel karena diduga adanya pilot pesawat berkewarganegaraan Indonesia (WNI)," kata juru bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, saat dihubungi, Rabu (14/10/2026).

Yvonne mengatakan, berdasarkan informasi dari Ethiopian Airlines, pilot WNI pada penerbangan Ethiopian Airlines rute Addis Ababa-Tel Aviv dimaksud saat ini telah dialihkan penugasannya ke rute penerbangan lain. Ia menyebut tak ada gangguan yang berarti setelah penolakan mendarat dari Israel tersebut.

"Ethiopian Airlines memandang tidak terdapat gangguan berarti terhadap aktivitas penerbangan yang dijalankan oleh pihak maskapai," ucap dia.

Yvonne juga memastikan Kementerian Luar Negeri RI melalui KBRI Addis Ababa, akan terus berkoordinasi dengan pihak maskapai untuk melindungi pilot tersebut. Sehingga, kata dia, tidak ada perlakuan diskriminatif terhadap yang bersangkutan.

"Indonesia mencatat pengakuan Ethiopian Airlines bahwa kejadian ini disebabkan oleh kurangnya koordinasi internal, dan mendorong maskapai untuk melakukan evaluasi menyeluruh guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan," ujar dia.

Yvonne memastikan Indonesia mengakui kewenangan setiap otoritas penerbangan untuk menetapkan standar keamanan penerbangan. Termasuk, kata dia, terhadap awak pesawat.

"Namun Indonesia juga menegaskan agar kebijakan keamanan diterapkan secara objektif, proporsional dan berbasis risiko, serta tidak berdasarkan pertimbangan politik atau kewarganegaraan," ujar dia.

Yvonne juga menegaskan langkah Israel bertentangan dengan prinsip nondiskriminasi atas penerbangan internasional.

"Indonesia mencatat Israel membatasi awak pesawat dari negara tertentu, termasuk Indonesia, hanya berdasarkan faktor kewarganegaraan. Praktik ini bertentangan dengan prinsip non-diskriminasi dan semangat fasilitasi penerbangan internasional," imbuh dia.

Dia juga mengakui Indonesia tak punya hubungan diplomatik apapun dengan Israel. Namun, Kemlu RI akan terus memastikan upaya perlindungan pilot WNI tersebut.

"Indonesia tidak mengakui Israel dan tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Pemerintah Indonesia dalam hal ini terus mengupayakan seluruh jalur komunikasi yang memungkinkan termasuk di Ethiopia dalam upaya pelindungan WNI dimaksud," tutur dia. (*)

 

Sumber: Detik.com
Tag berita