LIVE NEWSROOM 02 Nov 2026 Berita • Perspektif • Data
TERKINI
Bahaya Konsumsi Alkohol Terus-Menerus, Bisa Merusak Organ Tubuh hingga Memicu Penyakit MematikanMenjaga Kesehatan Dimulai dari Kebiasaan Sederhana, Ini 7 Langkah yang Perlu DiterapkanGema Pemuda Fest 2026 Meriah, KNPI Dumai Anugerahkan Award kepada Tujuh Pemuda InspiratifAntisipasi Begal dan Balap Liar, Polres Dumai Turunkan 75 Personel, 25 Motor Tak Standar DitilangLaporan Warga Lewat 110 Bongkar Dugaan Penyalahgunaan Sabu di Indo Kost Lois DumaiPolres Dumai dan Satpol PP Gelar Razia OSN, 30 Pengunjung Jalani Tes UrineEGM Pelindo Regional 1 Dumai Apresiasi Konsolidasi dan Raker Awak Media RGB Semester II 2026Pelindo Regional 1 Dumai Ucapkan Selamat, Bambang Prayetno Kembali Pimpin PWI DumaiPelindo FC Raih Gelar Juara World Corporate Cup 2026, Harumkan Nama Indonesia di Panggung InternasionalTerpilih Aklamasi, Bambang Prayetno Kembali Pimpin PWI Dumai Periode 2026-2029Jumat Keliling, Polsek Dumai Barat Pererat Silaturahmi dan Sampaikan Pesan KamtibmasPerkuat Integrasi Bisnis, Pelindo Alihkan Penerbitan Nota Layanan di 20 Cabang

Hati-hati! Ada Apps WhatsApp Palsu di Play Store, Cek Lagi Milikmu

Hati-hati! Ada Apps WhatsApp Palsu di Play Store, Cek Lagi Milikmu
Foto: ist

RIAUATENSI.COM - Aplikasi palsu yang meniru aplikasi populer biasanya muncul di website tidak resmi. Namun, siapa sangka aplikasi WhatsApp palsu berhasil masuk ke Google Play Store dan mengecoh ratusan ribu pengguna Android.

Seorang pengguna Reddit melaporkan mereka melihat WhatsApp versi palsu di bagian sponsor iklan tepat di atas aplikasi aslinya. WhatsApp versi palsu ini sudah diunduh lebih dari 500.000 kali dan saat ini masih belum dihapus dari Play Store.

Aplikasi palsu itu diterbitkan oleh developer dengan nama Agment Assets Sallu. Ini adalah satu-satunya aplikasi yang diterbitkan oleh developer tersebut. Menurut informasi di Google Play Store, aplikasi WhatsApp palsu itu pertama kali dirilis bulan lalu dan langsung meraup setengah juta download.

Halaman WhatsApp palsu itu terlihat mirip seperti aplikasi aslinya, lengkap dengan ikon, screenshot, dan teks deskripsi yang sama seperti aplikasi buatan Meta. Namun, aplikasi WhatsApp asli memiliki lencana 'editor's choice', lebih dari 10 miliar download, dan lebih dari 246 juta komentar

Meskipun aplikasi WhatsApp palsu tersebut tampak muncul sebagai iklan sponsor dalam pencarian beberapa pengguna, perlu dicatat bahwa hal ini tidak dialami semua pengguna.

Menurut pantauan detikINET, saat mencari 'WhatsApp' di Google Play Store lewat smartphone maupun website, hasil teratas yang muncul adalah aplikasi resminya dan aplikasi palsu itu sama sekali tidak muncul di hasil penelusuran.

Aplikasi WhatsApp palsu tersebut sepertinya memanfaatkan program Early Access di Google Play Store. Program ini dapat menonaktifkan ulasan publik dari aplikasi yang berpartisipasi, sehingga pengguna akan kesulitan membedakan antara aplikasi palsu dan asli, seperti dikutip dari Android Authority, Minggu (18/10/2026).

Saat ini belum ada analisis ancaman bahaya apa yang yang mengintai pengguna yang terlanjur mengunduh aplikasi WhatsApp palsu ini. Meskipun demikian, bagaimana bisa platform seperti Google Play Store membiarkan aplikasi ini selama lebih dari satu bulan? Sangat mengherankan!

Ini bukan pertama kalinya aplikasi palsu ditemukan di Google Play Store. Android Authority sebelumnya melaporkan aplikasi Google Chrome palsu yang sudah diunduh lebih dari 100.000 kali sebelum dihapus.

Insiden ini menimbulkan pertanyaan tentang proses peninjauan aplikasi dan periklanan di Google Play Store, karena aplikasi palsu tidak hanya bisa lolos tapi juga memasang iklan untuk keperluan promosi. (*)

Sumber: Detik.com